Blog Single

03 Oct

Duka Mendalam di Sigi, Sulawesi Tengah

TANAH BERJALAN, RUMAH-RUMAH BERGERAK DAN RATUSAN MANUSIA TERTIMBUN LUMPUR

Bencana Palu bukanlah bencana gempa bumi biasa. Selain diterjang Tsunami, Palu juga mengalami apa yang para pakar geologi menyebutnya dengan istilah “likuifaksi” yakni tanah yang seharusnya kokoh menjadi amblas dan melunak.

Sigi adalah kabupaten di Palu yang mengalami rusak parah akibat likuifaksi. Ribuan penduduk yang mendiami dua kecamatan di kabupaten tersebut terbenam dalam lumpur bersama rumah-rumah dan bangunan di sekeliling mereka.

Para korban yang berhasil selamat dari peristiwa tersebut menyaksikan bagaimana tanah berubah menjadi gelombang lumpur yang menelan apa saja yang ada di atasnya. Fenomena lukuifaksi yang menyertai gempa bumi di Sigi bukan hanya menjadi fenomena yang langka, tapi juga sangat mengerikan.

“Yang sampai saya lihat langsung beberapa mayat, ada itu diangkut sendiri oleh masyarakat. Itu juga ada reruntuhan perumahan antara batas Sigi dan kota Palu, di situ juga masih banyak mayat. Kalau mau dibongkar semua itu bisa dapat, tapi agak susah,” kata Bupati Sigi, M. Irwan Lapata.

Selain dua kecamatan yang dinyatakan terbenam dalam lumpur. Tujuh kecamatan lainnya di Kabupaten Sigi, Sulawesi Tengah, terisolir pascagempa berkekuatan magnitudo 7,4 yang mengguncang wilayah tersebut.

Diketahui, tujuh kecamatan itu adalah, Kecamatan Lindu, Kulawi, Kulawi Selatan, Dolo Barat, Dolo Selatan, Gumbasa, dan Salua.

Ketujuh kecamatan tersebut terisolir lantaran jalan longsor serta banyak bangunan yang roboh dan bangkainya menghalangi akses ke lokasi tersebut.

“Tujuh kecamatan terisolir karena jalan tertutup longsor, juga terbelah-belah, hancur,” kata Kepala Pusat Data, Informasi dan Hubungan Masyarakat Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Sutopo Purwo Nugroho di kantor BNPB.

Bupati Sigi M. Irwan Lapata mengatakan, satu kecamatan paling parah tertimbun lumpur hingga sedalam 4 meter. “Yang tertimbun lumpur itu memang benar. Setelah jembatan putus kemudian ada jalan ke bawah, itu cukup dalam,” jelas Irwan saat berada di Korem 132 Tadulako, Kota Palu, Minggu (30/9).

Related Posts

Leave A Comment