Blog Single

04 Oct

Bersama Menyembuhkan Luka di Palu

Peristiwa gempa bumi dan tsunami yang dialami oleh penduduk Palu, Donggala, dan Sigi begitu melukai jiwa dan raga mereka.

Hanya dalam waktu beberapa jam saja, bencana alam telah mengubah kehidupan para korban dengan teramat drastis. Banyak dari mereka yang kehilangan sanak saudara yang meninggal akibat gempa, terjebak di antara reruntuhan, mengalami luka yang berat dan sebagainya

Belum lagi mereka terpaksa kehilangan tempat tinggal mereka yang hancur berkeping-keping akibat diterjang gempa, disapu tsunami ataupun ditelan tanah yang mengalami lukuifaksi.

Para korban yang selamat dari bencana pun menjalani hidup yang juga sangat berat. Harta benda yang mereka miliki hanyalah apa yang melekat di badan mereka. Jangankan berpikir soal harta benda, bahkan sepanjang waktu mereka hanya bisa memikirkan bagaimana cara untuk bertahan hidup di tengah berbagai keterbatasan yang mencekik mereka.

Mereka terpaksa membelit perut karena kelaparan dan menelan ludah karena kehausan. Lantaran mereka tidak punya apa-apa lagi untuk mengisi perut mereka dan untuk melegakan kerongkongan mereka yang kering. Mereka hanya bisa berharap bantuan makanan dan air minum dari para relawan yang datang membawa bantuan logistik.

Tidak hanya terluka fisik, namun kondisi yang mereka hadapi juga melukai jiwa mereka. Butuh waktu yang tidak sebentar untuk mengobati luka-luka yang para korban alami.

Bangsa Indonesia sungguh diuji oleh kejadian bencana ini. Seluruh masyarakat Indonesia turut berduka dan terluka lantaran peristiwa naas tersebut. Rasa kemanusiaan kita terketuk. Mereka yang terluka tentu tidak dapat mengobati diri mereka sendiri. Mereka perlu uluran tangan dari seluruh pihak. Dari pemerintah, lembaga-lembaga sosial dan dari seluruh masyarakat Indonesia.

BSMI bersama tim relawan dari lembaga lainnya berusaha memberikan bantuan semaksimal mungkin untuk menangani kondisi ini. Berharap bantuan yang diberikan dapat pelan-pelan mengobati luka yang para korban alami.

Sejak tiba di lokasi pengungsian, tim relawan dari BSMI langsung mendirikan tenda untuk digunakan sebagai posko pengobatan darurat bagi para korban yang mengalami luka-luka. Berbagai tindakan medis terus dilakukan sambil mendirikan RS Lapangan dengan fasilitas yang lebih memadai.

Logistik medis dan perlengkapan lainnya untuk membangun RS Lapangan di Palu berasal dari donasi yang terkumpul dari seluruh Indonesia. Bantuan masih terus dibutuhkan agar para korban dapat ditangani dan dirawat dengan baik.

Untuk itu, BSMI mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk turut membantu kelancaran tugas-tugas BSMI. Besar harapan kami agar RS Lapangan untuk para korban bencana di Palu yang telah kami direncanakan dapat beroperasi secepatnya. Bantuan Anda tentu sangat membantu untuk mewujudkan hal tersebut.

Mari bersama menyembuhkan luka di Palu, Donggala dan Sigi.

Related Posts

Leave A Comment